Langkah Indonesia Terhenti di Tangan Jepang

Langkah tim Nasional bulu tangkis Indonesia harus terhenti di babak perempat final dalam ajang Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2017 yang berlangsung di Ho Chi Minh, Vietnam. Kepastian itu diperoleh setelah takluk ditangan Jepang dengan skor 2-3. Dengan kekalahan tersebut, pasukan Garuda gagal melaju ke babak semifinal.

Langkah Indonesia harus terhenti ditangan Jepang setelah takluk 3-2 di babak perempatfinal ajang Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2017

Pertandingan perempatfinal yang mempertemukan antara Indonesia melawan Jepang, terjadi pada hari Jumat, tanggal 17 Februari 2017 lalu di Nguyen Du Cultural Sport Club, Ho Chi Minh. Dalam laga tersebut, tim Tanah Air sempat unggul 2-0 setelah dua pertama awal berhasil meraih kemenangan. Namun tetapi, Jepang mampu bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 2-3.

Pada laga pertama, Indonesia menurunkan nomor ganda putra yang diperankan oleh Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi. Alhasil, pasangan ganda putra tersebut mampu membawa timnas unggul 1-0, setelah menang rubber game atas lawannya yakni Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan kedudukan 22-20, 12-21, 21-14.

Partai selanjutnya mempertandingkan nomor tunggal putri, Indonesia diwakilkan oleh Hanna Ramadini dan Sayaka Sato yang mewakili tim Sakura. Sejak awal laga, pertandingan berjalan dengan sengit dan keduanya tampil dengan kualitas terbaiknya. Terlihat, saling kejar mengejar terjadi pada laga tersebut.

Namun hingga akhirnya, Hanna mampu menyumbangkan satu poin, setelah menang dua game sekaligus dengan skor yang ketat, 21-18, 23-21.

Di laga ketiga, Indonesia harus kehilangan poin, setelah nomor tunggal putra yang dimainkan oleh Muhammad Bayu Pangisthu harus takluk ditangan wakil Jepang Kenta Nishimoto dalam dua game sekaligus, 15-21, 16-21. Dengan kekalahan tunggal putra tersebut, maka Jepang memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Hingga pertandingan keempat, akhirnya Jepang mampu menyamakan skor menjadi 2-2, menyusul wakilnya di nomor ganda putri, yang juga sekaligus menjadi andalan, lantaran pada Olimpiade 2016 lalu berhasil meraih medali emas, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahasi berhasil mengalahkan wakil Indonesia Anggia Shitta Awanda/Tiara Rosalia Nuraidah dengan kedudukan akhir 21-14, 21-13.

Jepang memastikan lolos ke babak semifinal Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2017 atau Asia Mixed Team Championships 2017, setelah pada laga pamungkas yang mempertandingkan ganda campuran berhasil meraih kemenangan. Wakil pasukan Garuda, Edi Subaktiar/Annisa Saufika harus mengakui kehebatan lawannya Yuta Watanabe/Arisa Higashino dengan skor 16-21, 17-21.

Lius Pongoh Merasa Sedikit Kecewa Dengan Hasil Timnas

Tim Nasional Bulutangkis Indonesia terpaksa harus mengakhiri perjuangannya di ajang Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2017, setelah secara dramatis, Jepang mampu mengembalikkan kedudukan dari tertinggal 0-2 menjadi 3-2 pada babak perempatfinal. Hasil tersebut membuat Lius Pongoh yang kini menjabat sebagai manajer tim Indonesia merasa kecewa.

Lius Pongoh

Lius Pongoh merasa sedikit kecewa dengan hasil timnas bulutangkis Indonesia di ajang Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2017

“Ya, tentu saja kami merasa kecewa dengan hasil ini. Padahal, kami unggul 2-0 terlebih dahulu, yang berarti hanya tinggal satu laga kemenangan untuk mengunci ke babak selanjutnya. Namun, inilah hasil yang terbaik untuk kami. Namun kami harus belajar dari kekalahan ini. Tentu agar tidak terulang dan merugikan kami di masa yang akan datang,” ujar Pongoh.

Susi Susanti: Kekalahan Ini Menjadi Pelajaran

Kepala Bidang Pengembangan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI yang kini dijabat oleh Susi Susanti mengatakan, bahwa kekalahan dramatis yang dialami oleh timnas bulutangkis Indonesia di babak perempatfinal kala berhadapan dengan Jepang dalam turnamen Asia Mixed Team Championships 2017 sepatutnya menjadi pelajaran yang berharga.

Susi Susanti

Susi Susanti berharap timnas bulutangkis Indonesia segera bangkit

“Kekalahan ini, menjadi pelajaran yang mahal bagi kami. Sempat unggul 2-0, namun kami harus mengakhiri laga dengan kekalahan. Kecewa boleh, namun masih banyak peluang kedepannya untuk memperbaiki hal tersebut. Mari, segera bangkit dan meraih sejumlah gelar di turnamen berikutnya,” ujar pebulutangkis peraih empat tahun berturut-turut medali emas All England.


Tontowi Ahmad

Tontowi Ahmad Absen di Kejuaraan Asia Beregu 2017

Tim bulutangkis Indonesia dipastikan tidak menurunkan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Gloria Emanuelle Widjaja pada Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2017. Kabar tersebut menyusul kondisi Tontowi yang dinilai belum siap untuk tampil di ajang tersebut lantaran demam.

Tontowi Ahmad

Tontowi Ahmad dipastikan absesn di Kejuaraan Asia Beregu 2017 lantaran sakit

Turnamen yang dihelat di Ho Chi Minh, Vietnam tersebut dilangsungkan pada tanggal 14 hingga 19 Februari 2017 mendatang. Indonesia sendiri tergabung dalam grup B bersama Malaysia dan Sri Lanka.

Tontowi terpaksa harus mendapatkan perawatan karena Ia menderita demam sebelum pasukan Garuda bertolak ke Bangkok untuk mengikuti ajang Thailand Masters 2017. Tim dokter PP PBSI memberikan saran agar tidak mengikuti turnamen tersebut dan Tontowi pada akhirnya memutuskan untuk tidak terbang ke Thailand membela timnas bulutangkis Tanah Air, kemungkinan juga di ajang Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2017.

“Diagnosis sementara ini, Tontowi menderita penyakit tifus. Namun keadaannya semakin membaik dan dipastikan besok dapat kembali berlatih. Tetapi tetap Ia belum dapat bertanding, lantaran masih dalam masa pemulihan,” ungkap dr. Michael Triangto yang merupakan tim dokter PBSI.

Sang pelatih ganda campuran pasangan Tontowi/Gloria, Richard Mainaky sedikit kecewa. Namun dirinya menerima keputusan yang telah dibuat oleh tim medis. Padahal, mantan rekan Liliyana Natsir itu sudah menjalani persiapan yang cukup matang.

“Kami sedikit kecewa Tontowi/Gloria tidak dapat tampil. Tetapi kami menerima keputusan dari tim medis dan mengikuti sarannya agar Tontowi dengan segera menjalani serangkaian tes kesehatan guna mempercepat kesembuhan penyakit yang Ia derita. Meskipun, persiapan Tontowi sejatinya sudah cukup baik,” ujar Richard.

Edi Subaktiar Sementara Gantikan Posisi Tontowi

Tontowi Ahmad yang tengah menderita penyakit tifus dan saat ini tengah menjalani perawatan, dipastikan akan absen di ajang Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2017 yang dilangsungkan di Ho Chi Minh, Vietnam pada tanggal 14 – 19 Februari mendatang, posisinya akan digantikan oleh juniornya yaitu Edi Subaktiar.

Edi Subaktiar

Edi Subaktiar akan menggantikan posisi Tontowi Ahmad yang sedang sakit

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Luis Pongoh selaku Manajer Tim Indonesia. Ia menyatakan bahwa kondisi Tontowi atau yang kerap disapa dengan Owi tidak memungkinkan untuk bertanding dalam ajang kejuaraan tersebut.

“Posisi Tontowi dalam ajang Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2017 nantinya akan digantikan oleh Edi Subaktiar, dengan alasan bahwa kondisi fisik Owi yang masih harus menjalani perawatan dari tim medis. Sehingga, Gloria Emanuelle Widjaja akan tampil dengan Edi,” ungkap Luis.

Luis menambahkan walaupun Owi tidak dapat tampil di kejuaraan yang dihelat di Ho Chi Minh, Vietnam pada pertengahan bulan Februari 2017 nanti, namun tidak akan berdampak besar. Pasalnya Owi yang tidak lagi berpasangan dengan Butet lantaran memutuskan untuk pensiun, baru saja dipasangkan oleh Gloria. Sementara Edy pada tahun lalu pernah berpasangan dengan Gloria.

“Saya rasa bahwa absennya Owi tidak akan terlalu mempengaruhi tim. Lantaran memang Owi bersama Gloria merupakan pasangan baru. Sedangkan Edy sudah pernah bermain bersama Gloria setahun yang lalu. Sehingga, posisinya akan terlihat sama saja,” tutup Luis.

Langkah Jonatan Christie Terhenti di Babak Kedua

Sementara itu, timnas bulutangkis Indonesia tengah berjuang di ajang Thailand Masters 2017 yang berlangsung di Bangkok sejak tanggal 7 Februari 2017 lalu. Namun, Jonatan Christie harus mengakhiri turnamen tersebut di babak kedua setelah tidak mampu menyingkirkan Aditya Joshi yang merupakan wakil India.

Jonatan Christie

Jonatan Christie harus tersingkir di babak kedua Thailand Master 2017

Pada game pertama, Jonatan secara mengejutkan harus takluk dengan skor 16-21. Pasalnya, Jonatan merupakan unggulan keempat, sedangkan Joshi sama sekali tidak diunggulkan. Namun usaha pria yang masih berusia 19 tahun tersebut tidak mampu mengalahkan Aditya di game kedua. Hasilnya, harus tersingkir dengan kekalahan 19-21.